"SELAMAT DATANG" DI AUTOSPOT.COM Blog.Autospot

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 13 November 2014

Pemeriksaan Poros Propeller

Pemeriksaan Poros Propeller

Propeller shaft atau dikenal dengan istilah poros propeller ini digunakan pada kendaraan tipe FR (Front Engine, Rear Drive),  yang artinya adalah mesin berada di depan dan putaran mesin diteruskan untuk memutar roda belakang.Kendaran yang bertipe FR ini umumnya adalah truk dan container. Sedangkan ada juga beberapa bus yang bertipe FR, tapi lebih banyak bus yang menggunakan sistem pemindah daya RR. Maksud dari RR adalah mesin di belakang dan tenaga putar mesin diteruskan ke roda belakang.  Fungsi dari poros propeller adalah meneruskan putaran dari transmisi ke gardan (poros roda belakang). Karena kondisi jalan yang tidak selalu rata, maka poros roda belakang akan bergerak naik dan turun oleh kerja dari suspensi di roda belakang tersebut. Dengan demikian poros propeller tidak hanya meneruskan putaran, tapi harus mampu mengikuti gerak dari poros roda belakang yang naik dan turun. Sebab bila poros propeller tidak bisa mengikuti gerak naik turun dari poros roda belakang, akibatnya poros propeller ini bisa patah atau bengkok. Selain itu penerusan putaran menjadi tidak baik.

Pemeriksaan poros propeller ini hanya terdiri atas 2 pemeriksaan yaitu pemeriksaan kebengkokkan dan pemeriksaan kondisi universal joint tersebut. Dalam hal ini dibutuhkan peralatan v – blok dan dial indicator sebagai pengukur kebengkokkan poros propeller. Langkah pemeriksaannya adalah di bawah ini:

Pemeriksaan kebengkokkan

  1. Letakan poros propeller pada v- blok seperti pada gambar.
  2. Lalu setting dial indicator untuk pengukuran dengan menekan bagian tengah dari poros propeller.
  3. Putar poros propeller secara perlahan hingga satu putaran, sambil membaca pergerakan jarum di dial indicator tersebut.
  4. Jika hasil pengukuran lebih dari 0,8 mm, maka poros propeller sudah terlalu bengkok dan harus diganti.
Pemeriksaan kebengkokkan



Pemeriksaan universal joint

  1. Lakukan penarikan atau penekanan seperti pada gambar kea rah maju atau mundur dari universal joint di poros propeller. Lakukan hal ini sambil menahan poros propeller.
  2. Rasakan apakah terjadi gerakan pada universal joint yang menunjukkan bahwa sambungan dari universal joint kendor. Jika terasa bisa ada gerakkan antara universal joint dengan poros propeller, maka bearing pada universal joint sudah rusak.
  3. Perbaikannya adalah membongkar universal joint tersebut dan mengganti bearingnya. Pembongkaran universal joint ini membutuhkan peralatan khusus yang bernama tracker, sehingga pembongkaran tidak merusak atau membuat lecet pada bagain dari universal joint.
Pemeriksaan universal joint

 
Kerusakan pada poros propeller shaft akan dirasakan dengan getaran pada body mobil. Dan dampak paling buruknya adalah baut – baut sambungan dari poros propeller ke gardan bisa patah. Di jalan ibukota Jakarta pernah terjadi peristiwa sebuah truk terbakar, akibat adanya percikan api yang ditimbulkan karena poros propelernya patah dan terseret di jalan. Sebagaimana anda ketahui juga bahwa tangki bahan bakar truk sangat dekat dengan poros propeller. Memang kejadian ini sangat langka terjadi, tapi kerusakan poros propeller ini tidak bisa dianggap remeh. Sebab keselamatan pengendara dan penumpang menjadi taruhannya.

Beberapa Cara Mengatasi Engine Knocking (Detonasi)

Beberapa Cara Mengatasi Engine Knocking (Detonasi)

Engine knocking atau detonasi atau dikenal juga dengan istilah mesin ngelitik adalah peristiwa terbakarnya bagian-bagian yang belum di kenai oleh percikan api busi dalam ruang pembakaran. Terbakarnya bagian-bagian yang belum dikenai api ini berlangsung sangat cepat dan menyebabkan kenaikan tekanan yang sangat tinggi.
Dari kejadian tersebut menyebabkan mesin putaran mesin menghasilkan bunyi ngelitik yang berasal dari kompartemen mesin dan tentunya bisa sangat mengganggu ketika berkendara. Namun masih banyak yang meremehkan apabila mesin terdengar ngelitik, padahal hal ini tidak boleh dibiarkan karena dapat menyebabkan kerusakan yang cukup fatal pada mesin.
Apabila kejadian mesin ngelitik dibiarkan dalam jangka waktu lama hingga bunyinya bertambah parah, maka biasanya pada ujung piston / silinder akan ada bopel-bopel dan bahkan bisa sampai piston tersebut bolong. Untuk itu kiranya SO mania perlu mengetahui penyebabnya dan bagaimana perawatan yang harus dilakukan agar mesin mobil menjadi awet dan tidak terjadi yang namanya mesin ngelitik.
Penyebab Mesin Ngelitik (Engine Knocking )
Banyak faktor yang dapat menyebabkan mesin ngelitik, diantaranya adalah karena faktor penggunaan jenis bbm yang tidak tepat, karena seharusnya mobil tersebut menggunakan bbm dengan oktan tinggi tapi pengguna mobil tersebut menggunakan bbm dengan oktan yang berkadar rendah. Penyebab lain sehingga mesin menjadi ngelitik adalah karena ruang bakar yang sudah terlalu banyak kerak karbon.
Selain faktor BBM, setelan gigi timing yang tidak benar hingga membuat pembakaran atau faktor pengapian yang kurang bagus, akibat banyak BBM yang tidak terbakar dengan sempurna. Kalau hal ini dibiarkan secara terus menerus akan juga akan mengakibatkan mesin ngelitik serta penumpukan kerak karbon pada ruang bakar secara berlebih.
Faktor ekonomi biasanya menjadi penyebab utama orang menggunakan BBM dengan oktan rendah padahal mesin mobil tersebut harus menggunakan bbm dengan oktan yg tinggi.
Hindari Knocking Dengan Tuning Engine
Jika memang mesin yang harusnya menggunakan bbm beroktan tinggi tapi tetap ingin menggunakan BBM beroktan rendah karena berbagai alasan, solusi yang bisa dilakukan biasanya adalah dengan melakukan pengunduran waktu pengapian agar tidak terjadi knocking. Hal ini dapat dilakukan tapi dengan kondisi seperti ini, konsekuensinya adalah tarikan mobil tidak dapat se-responsif ketika menggunakan bbm yang bagus dan waktu pengapian yang sesuai.
Apabila faktor pengapian yang menjadi penyebabnya, dapat menggunakan busi yang sesuai atau jika mau bisa menggunakan produk-produk yang dapat memperbesar atau memaksimalkan pengapian.
Carbon Clean atau Top Overhaul Jadi Solusi
Jika diperkirakan ruang bakar mesin sudah terdapat banyak kerak karbon yang menempel hingga mesin selalu ngelitik, maka langkah paling mudah yang dapat dilakukan untuk pembersihan adalah dengan memakai metode carbon clean. Saat ini, sudah banyak kok bengkel-bengkel yang dapat membersihkan ruang bakar dengan metode carbon clean, meskipun hasilnya tentu tidak dapat dikatakan akan membersihkan karbon diruang bakar hingga 100%.
Sebagai langkah terakhir yang dapat dilakukan apabila masalah mesin ngelitik semakin parah adalah harus dilakukan Top Overhaul (OH) yang mengharuskan mesin turun setengah. Jika melakukan hal ini, maka akan ada banyak bagian yang harus diganti dan yang sudah pasti harus diganti adalah packing cylinder head, seal klep, packing tutup klep (jika kondisi masih bagus bisa dipakai lagi), dan packing water pump.Tapi sebisa mungkin apabila mesin harus mengalami Top OH, maka bagian packing atau seal bagian atas harus diganti. Sedangkan kalau untuk klep, rocker arm, suling klep, sitting klep, botol klep, sumpit klep, sims/coin klep dsb yang berbau metal harus dilihat kondisinya terlebih dahulu dan jika masih bagus tidak perlu mengalami penggantian.
Untuk urusan ongkos kerja dari tiap bengkel bervariatif karena dilihat dari merk dan juga tipe mobil, biasanya biaya mulai dari 400 ribu hingga 1,5 juta dan belum termasuk spare parts yang diganti.
Nah, ternyata ribet juga ya treatment yang kita perlukan untuk mencegah knocking itu. Biar mesin tetap awet, lebih praktis jika kita gunakan saja jenis bensin yang sesuai dengan karakteristik mesin. Rata-rata mobil-mobil baru keluaran tahun 2000 ke atas didesain dengan kompresi yang cukup tinggi hingga membutuhkan bensin RON 91 ke atas. Banyak additif yang mengklaim bisa menaikan angka oktan. Tapi memang sangat jarang additif yang benar-benar terbukti menaikan  nilai oktan bensin Premium hingga setara Pertamax yang benar-benar teruji dengan Alat Octanemeter maupun Uji Laboratorium

Tips Menguras dan Merawat Radiator Mobil

Tips Menguras dan Merawat Radiator Mobil



Cara Menguras Radiator Mobil     Pada dasarnya sistem pendingin mesin mobil ditunjang oleh 3 hal, yaitu Cairan Pendingin, Udara dan Minyak Pelumas. Ketiganya berkaitan erat dan sangat menentukan efisiensi kinerja mobil Anda. Dan berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan, serta tips dalam merawatnya :
Radiator
Sebagai penampung utama dan tempat cairan didinginkan, maka kondisi radiator harus selalu terjaga dengan baik. Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan baik luar maupun dalam.

Pada bagian luar terdapat kisi-kisi yang merupakan jalur mengalirnya angin. Jika kisi-kisi tersebut tersumbat kotoran, maka dapat dipastikan bahwa volume angin yang mengalir pun berkurang, sehingga proses pendinginan menjadi kurang efektif. Untuk membersihkannya, gunakanlah kuas halus atau semprotan air yang bertekanan rendah agar jangan sampai membengkokan kisi-kisi yang sangat tipis tersebut.

Pembentukan karat adalah hal yang umum terjadi pada bagian dalam radiator yang sudah berumur. Karat dapat menghambat sirkulasi sistem pendingin atau bahkan melumpuhkannya. Untuk itu lakukanlah pengurasan secara berkala, setidaknya setahun sekali. Proses ini dapat dilakukan sendiri, atau diserahkan pada  bengkel khusus, terutama jika terjadi kebocoran.

Jika Anda berencana untuk melakukan pengurasan sendiri, berikut ini adalah langkah-langkahnya :

  1. Sebelumnya pastikan mesin mobil berada dalam kondisi dingin.

  1. Bukalah penutup pembuangan cairan yang terdapat pada bagian bawah radiator dan simpan penutup tersebut di tempat yang aman.

  1. Setelah seluruh cairan mengalir keluar, tutup kembali hingga rapat. Kemudian bukalah penutup utama pada bagian atas radiator, lalu tambahkan cairan penguras atau Radiator Flush (jika ada) dan tambahkan air bersih hingga penuh. Biarkan penutup utama terbuka untuk mengurangi tekanan yang terlalu tinggi saat pemanasan mesin.

  1. Hidupkan mesin mobil dan biarkan menyala hingga mencapai temperatur operasional atau sekitar 10 sampai 15 menit. Selama proses pemanasan berlangsung ketinggian air didalam radiator dapat saja menurun. Untuk itu Anda dapat melakukan penambahan.

Untuk mempercepat sirkulasi air dan merontokan kotoran atau karat yang melekat pada dinding jalur sirkulasi, Anda dapat menginjak pedal gas secara perlahan dengan putaran mesin sekitar 1.000 – 1.500 rpm.

  1. Setelah mencapai suhu operasional, matikan mesin dan biarkan dingin kembali. Setelah dingin, buka kembali penutup pembuangan radiator dan biarkan mengalir keluar seluruhnya.

  1. Pada tahap ini, dengan kondisi kedua penutup terbuka, alirkan air kembali air bersih kedalam radiator hingga air yang keluar pada bagian pembuangan terlihat bersih.

  1. Setelah itu tutup kembali penutup pembuangan radiator hingga rapat dan isikan air bersih atau cairan pendingin (Radiator Coolant), atau keduanya hingga penuh, kemudian tutup kembali dengan rapat.

  1. Perhatikan volume cairan dalam radiator selama beberapa hari pemakaian pertama, dan tambahkan bila berkurang. Jika masih terus berkurang, ada kemungkinan terjadi kebocoran. Untuk itu periksakan mobil Anda pada bengkel radiator.

Jika radiator mobil Anda sudah cukup lama tidak dikuras atau jika Anda membeli mobil bekas tanpa mengetahui riwayat perawatan radiatornya, serahkan proses pengurasan pada bengekel radiator. Sebab jika kotoran yang terdapat didalam jalur sirkulasi pendingin mesin terlalu banyak, maka mengurasnya justru dapat menyumbat beberapa saluran yang sempit dan dapat mengakibatkan kegagalan pada sistem pendinginan.

Selang Radiator
Selang ini menjadi penghubung antara Radiator dan mesin, serta jalur mengalirnya cairan pendingin. Tekanan dan suhu air yang tinggi membuat selang radiator semakin lama semakin mengembang, dan daya tahannya semakin menurun. Oleh karena itu jika memang sudah saatnya diganti, lakukanlah segera.

Terlambat menggantinya dapat berakibat fatal seperti terhambatnya sirkulasi air atau bahkan sobeknya selang. Akibatnya seluruh cairan akan terkuras seketika dan temperatur mesin melonjak tinggi. Saat itu terjadi umumnya terjadi suara menggelitik dan mesin akan mati.

Tutup Radiator
Perhatikan apakah karet penyekat dan pegas masih berfungsi dengan baik. Jika tidak maka dapat menyebabkan meningkatnya temperatur mesin.

Klem / Pengikat Selang Radiator
Klem / pengikat yang biasanya terbiat dari besi atau baja, memastikan selang tersambung dengan baik pada radiator. Karena pengikat radiator sangat vital dalam menjaga agar jangan sampai lepas dan bocor, pastikanlah bahwa pengikat tersebut cukup kuat namun tidak terlalu kuat yang justru akan membuat selang radiator sobek.

Kipas Pendingin
Agar peranti ini tetap dapat bekerja dengan baik, periksalah kondisi cairan silikon dan tali kipas. Pastikan keduanya selalu dalam kondisi baik.

Pompa Oli
Yang tidak kalah penting untuk diperhatikan pada sistem pendinginan mesin adalah pompa oli. Selain memompa oli menuju bagian mesin yang membutuhkannya, melalui proses ini mesin turut didinginkan.
Terawatnya sistem pendingin dengan baik akan menambah rasa aman dan nyaman dalam mengendarai mobil Anda kemanapun

Cara Mudah Perawatan 'Air Filter' Mobil Anda

Cara Mudah Perawatan 'Air Filter' Mobil Anda

        Seperti halnya manusia, jeroan mesin harus senantiasa sehat dan bersih. Itulah sebabnya, filter udara terasa begitu penting. Bila peranti penyaring kualitas udara menuju bahan bakar tak berfungsi dengan baik, udara yang masuk bersama bahan bakar menuju ruang mesin adakalanya bercampur debu dan mengganggu kinerja mesin. Paling sederhana mengakibatkan mesin 'terbatuk-batuk'.

Untuk itu, ada baiknya kita selalu teliti dalam memilih filter udara yang dijual di pasaran. Memang, perawatannya relatif mudah, tinggal melepas filter dari sarangnya, lalu menyemprotkan kompresor. Cuma, bila tak dirawat dengan baik, amat mungkin tak bisa panjang umurnya.

Berbagai merek saringan udara amat melimpah di pasaran saat ini. Dari yang terbuat dari karton dan menjadi suku cadang standar kendaraan. Menyimak aneka jenis filter udara yang ada di pasaran, tentulah cara merawatnya berbeda-beda. Karena itu, cermati trik jitu agar saringan tetap bersih dan terawat dengan baik.

Untuk filter yang terbuat dari karton, usia pakainya paling banter Cuma sekitar 2500 km hingga 5000 km. Selebihnya, harus segera diganti. Karena kelemahan dari filter ini, pada usia pakai tertentu, permukaan karton menjadi 'berbulu'. Bila hal ini dibiarkan, serpihan lembut yang bercampur dengan debu itu bisa ikut masuk ke 'dapur pacu' alias ruang pembakaran. Efek sampingnya, permukaan silinder akan tergores.

Merawat filter karton, relatif mudah. Angkat filter dari sarangnya, lalu bersihkan dengan kompresor udara. Kalau perlu, bagian pinggir filter diketuk pakai gagang obeng hingga debu yang melekat rontok semua.


Berbeda dengan filter yang terbuat dari spons. Umumnya mampu bertahan hingga 15.000 km atau setahun pakai. Seringan yang satu ini, merawatnya juga mudah. Celupkan saringan spons ke dalam air, lalu cuci pakai deterjen. Setelah benar-benar bersih, keringkan dengan cara diangin-anginkan ataupun dijemur tapi jangan sampai kena matahari secara langsung. Setelah kering, filter siap dipasang kembali.

Untuk filter berbahan serat katun, lain lagi ceritanya. Yang satu ini, perawatannya rada mahal, lantaran harus dibersihkan pakai cairan khusus. Untuk K&N misalnya, ada larutan pembersihnya sendiri. Pembersih yang terdiri dari sabun khusus dan oli ini, penggunaannya agak khusus.

Setelah filter dilepas dari rumahnya, kemudian peranti penyaring udara itu diketok hingga semua debu dan kotoran yang menempel rontok semua. Namun, saat 'mengetok' filter udara tersebut, usahakan menggunakan landasan yang empuk, seperti ban misalnya.

Tahap selanjutnya adalah menyiram filter tersebut dengan air yang mengalir, baru kemudian disemprot dengan cairan sabun khusus. Setelah didiamkan selama kurang lebih 5 menit, filter tersebut kemudian disiram kembali dengan air. Proses tersebut diulang hingga air sisa pencucian terlihat lebih bening.

Sebelum proses pengolesan dengan oli dilakukan, filter mesti dikeringkan. Ada dua cara yang dianjurkan, yakni yang pertama dengan hair dryer atau dengan compressor, tetapi dengan tekanan angin yang serendah mungkin. Akhir dari proses perawatan filter udara ditutup dengan pengolesan oli khusus.

Rabu, 12 November 2014

Tune-up Sepeda Motor


1.      Periksa minyak pelumas, Ganti oli
-Lepas baut pembuangan oli dengan kunci ring 17 / 19 / kunci khusus
-Buka tutup oli kemidian semprot dengan kompresor
-Pasang kembali baut pembuangan
-Masukkan oli baru
-Tutup baut penutup oli
2.      Lepas cover body samping dan tengah sepeda motor
3.      Lepas filter udara
4.      Lepas Karburator
5.      Bersihkan Karburator
-Lepas mangkuk karburator dengan Obeng +
-Lepas pelampung karburator dengan mendorong pengaitnya keluar
-Lepas Pilot Jet dengan menggunakan Obeng –
-Lepas Main Jet dengan obeng –
-Bersihkan komponen (Bagian dalam karburator, Pelampung, Pilot Jet, Main Jet) dengan menggunakan bensin dan kuas, kemidian semprot dengan kompresor
-Rakit kembali Karburator
6.      Bersihkan filter udara
-Buka enutup filter udara dengan Obeng +
-Keluarkan busa dan bersihkan dengan kompresor
-Pasang kembali busa pada filter udara
7.      Penyetelan Katup
-Buka 2 penutup katup dengan kunci khusus/kunci inggris
-Buka 2 baut penutup magnet pada blok mesin bagian kiri dengan obeng –
-Putar magnet dengan kunci T 14 / 17 sampai pada posisi top kompresi
•Huruf T terlihat pada lubang di blok mesin bagian kiri
•Posisi kedua katup bebas (kocak)
-Setel katup dengan celah 0,05 mm (bebek) dan 0,1 mm (sport)
•Gunakan kunci ring 9 dan kunci penahan setelan katup
•Kendurkan baut penyetel katup
•Masukkan feller pada celah katup
•Kencangkan baut penyetel katup setelah ukurannya sesuai
•Lakukan bergantian untuk katup in dan ex
-Pasang kembali baut penutup katup dan baut pada blok mesin bagian kiri
8.      Pasang karburator pada intake manifold kembali
9.      Hidupkan mesin
10.  Penyetelan Karburator
-Putar ke kanan setelan angin sampai mentok kemudian putar balik ke kiri untuk motor bebek 1,4 - 1,5 putaran dan untuk motor sport sampe 2,5 putaran.
-Setel gas untuk putaran 3000 - 5000 rpm
-Hidupkan mesin
-Kemudian Setel baut angin sampai posisi suara mesin tertinggi atau suara knalpot tidak nembak walau sekecil apapun kira kira antara 1,4 - 1,6 putaran untuk motor bebek. untuk motor sport dari 2,4 - 2,6 putaran.
-Jika sudah ketemu suara mesin tertinggi maka turunkan setelan baut gas hingga posisi idle atau gak matian (900 -1100 rpm)
-Lalu cek sekali dua kali untuk di gas dan setelah posisi idle mesin gak mati maka motor sudah enak
-Kalau masih mati ulangi proses dari pertama
11.  Pasang kembali cover body samping dan tengah sepeda motor
12.  Pengecekan Accu
-Pastikan ketinggian air Accu berada diantara upper (garis atas) dan lower (garis bawah)
13.  Setel ketegangan Rantai
-Kendurkan baut As roda belakang
-Putar mur penyetel rantai (sampai jarak aman rantai)
-Kencangkan kembali baut As roda belakang
-Lumasi rantai
14.  Setel jarak main pengereman
15.  Cek semua komponen kelistrikan body
-Klakson
-Lampu utama (hi dan low)
-Lampu sein
-Lampu rem
16.  Cek kerja komstir
17.  Bersihkan sepeda motor dengan lap
18.   Kerjakan semua pekerjaan dengan teliti dan rapi